TUGAS BAHASA INDONESIA : MEMBUAT TEKS ESAI DAN KRITIK SASTRA

 

TUGAS BAHASA INDONESIA 

Nama     : Nida Anggraeni

kelas       : XII MIPA 9

No Absen : 25



  • TEKS ESAI

Gebrakan untuk kemajuan

Pendidikan merupakan tiang kehidupan yang penting dalam menunjang kehidupan di masa depan. Dengan adanya pendidikan, seorang anak akan mendapat masa depan yang lebih baik. Pendidikan juga menjadi kunci utama bagi suatu negara untuk unggul dalm persaingan global. Pendidikan dianggap sebagai bidang yang paling strategis untuk mewujudkan kesejahteraan nasional. Sumber Daya Manusia (SDM) yang cerdas dan berkarakter merupakan prasyarat terbentuknya peradaban yang tinggi. Sebaliknya, SDM yang rendah akan menghasilkan peradaban yang kurang baik pula.

Di era globalisasi seperti ini banyak sekali perubahan terutama dalam hal kemajuan IPTEK. Banyak hal yang dulunya manual kini menjadi digital. Adaptasi dengan segala perubahan yang ada sangatlah diperlukan. Memang sudah menjadi tantangan tersendiri bagi seorang guru bagaimana materi pelajaran dapat sampai dan diterima dengan baik oleh muridnya dengan memanfaatkan teknologi untuk mempersiapkan seorang anak menghadapi era Industry 4.0. Selain memikirkan bagaimana cara agar agar muridnya siap menghadapi era Industry 4.0, ada tantangan tersendiri bagi para guru yaitu bagaimana cara agar prestasi anak Indonesia meningkat setelah bertahun-tahun mengalami kemerosotan. Dalam penilaian Programme for International Student Assessment (PISA) yang dilakukan tiga tahun sekali secara global, Indonesia ada di peringkat 62 dari 72 negara lain. Posisi pertama ditempati Singapura, disusul Jepang. Penilaian dilakukan pada anak Indonesia usia 15 tahun dengan alat ukur kombinasi kemampuan membaca, sains, dan matematika. Peringkat Indonesia ini justru terus menurun sejak tahun 2000.

Pengukuran tersebut tidak hanya karena seorang anak bisa membaca, menulis dan menghitung, tapi juga bagaimana pemahaman mereka akan pelajaran tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Seperti membaca, bukan hanya sekadar membaca namun bagaimana anak mengerti dan memahami ide pokok, pesan yang ingin disampaikan. Matematika dikaitkan dengan kasus atau masalah dalam kehidupan sehari-hari, begitu juga dengan sains yang menguji pemahaman anak, mengaitkan apa yang dipelajari di sekolah dengan alam.

Berbbicara soal kemerosotan angka indeks prestasi siswa di Indonesia tentunya akan berkaitan dengan angka literasi  siswa Indonesia itu sendiri. Indonesia menempati ranking ke 62 dari 70 negara berkaitan dengan tingkat literasi, atau berada 10 negara terbawah yang memiliki tingkat literasi rendah. Hal ini berdasarkan survei yang dilakukan Program for International Student Assessment (PISA) yang di rilis Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) pada 2019. Sebagai perbandingan, Finlandia merupakan negara dengan pendidikan terbaik di dunia menduduki peringkat satu dalam hal literasi berdasarkan penelitian Jhon W. Miller, Presiden Central Connecticut State University, New Britain. Hasil dari penelitian ini menempatkan Finlandia sebagai negara paling literat atau terpelajar di dunia.

Memang sulit untuk mengubah sesuatu yang sudah melekat dalam diri masyarakat Indonesia termasuk dalam hal budaya literasi. Minimnya literasi di Indonesia bisa jadi dikarenakan kurangnya peran orangtua dalam mengembangkan budaya literasi sejak anak usia dini. Budaya literasi pada anak usia dini bukan hanya terfokus pada membaca dan menulis saja. Tetapi, juga melibatkan beberapa proses komunikasi yaitu menyimak atau mendengarkan, anak mampu berpikir kritis, logis, dan pengembangan kecerdasan bahasa secara lisan. Padahal mengenalkan literasi kepada anak sejak usia dini memiliki banyak manfaat untuk anak tersebut kedepannya. Manfaat tersebut diantaranya mengembangkan kemampuan berpikir kritis, melatih kemampuan dasar anak untuk membaca, menulis, dan berhitung, juga pengembangann litersi yang baik berkolerasi dengan peningkatan prestasi di dunia pendidikan.

Literasi tentu saja memiliki manfaat khususnya meningkatkan prestasi akademik berkenaan dengan kemampuan berpikir kritis. Manfaat dalam segi akademik diantaranya meningkatkan pengetahuan kosa kata,  mengoptimalkan kinerja otak,  meningkatkan kemampuan verbal,  meningkatkan kemampuan analisis dan berpikir seseorang, dan membantu meningkatkan daya fokus dan konsentrasi seseorang. Dari manfaat positif tersebut, literasi akan memberikan banyak keuntungan bagi seseorang. Hal tersebut tentu saja mendukung bahwa literasi berkaitan erat dengan indeks prestasi.

Pemerintah telah mengusahakan agar masyarakat meningkatkan literasi. Di Jawa Barat ada beberapa program gubernur untuk mendorong minat literasi masyarakatnya. Program-program tersebut diantaranya adalah West Java Reading Challenge (WJLRC) pada tahun 2017, Festival Literasi 2019, program Literasi Digital Nasional "Indonesia Makin Cakap Digital 2021", dan Gerakan Literasi Nasional Gareulis Jawa Barat.

Selain dari usaha dalam peningkatan literasi, pemerintah juga mengusahakan pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa melalui kehadiran kurikulum 2013 yang menggantikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Kurikulum 2013 ini menjawab tantangan di era globalisasi.Tujuan dikembangkan Kurikulum 2013 adalah menjadikan insan Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif dan afektif melalui penguatan tiga aspek penilaian, yaitu Aspek Pengetahuan, Aspek Keterampilan, dan Aspek Sikap/Perilaku. Dalam kurikulum 2013 peserta didik dituntut untuk terampil berpikir kritis dalam pembelajaran.

Dengan segala hal yang sudah disiapkan oleh pemerintah, kini sudah saatnya kita sebagai siswa untuk terus meningkatkan literasi agar terwujudnya Sumber Daya Manusia yang unggul dan siap menghadapi masa depan. Mari bersama-sama mengubah pola pikir kita mengenai literasi, bahwa literasi bukan sekedar membaca dan menulis. Masa depan bangsa ada di tangan kita sebagai generasi penerus.


  • TEKS KRITIK SASTRA 

Kesempurnaan di Lembah Lahambay

            Keluarga yang sempurna tidak harus memiliki anggota keluarga yang lengkap. Keluarga sempurna tidak harus tinggal di rumah mewah di tengah kota. Keluarga yang sempurna tidak harus mendapat segala kemudahan dalam kehidupannya. Seperti keluarga Laisa dalam novel Bidadari Bidadari Surga garapan Tere Liye ini, keluarga sempurna digambarkan dengan segala keterbatasan yang ada. Tanpa ayah, tanpa istana megah, tanpa beragam mainan, dan tanpa kemewahan sedikitpun. Meskipun begitu, keindahan dari setiap sisi cerita dalam buku ini memberikan kesan di hati pembacanya dan mendefinisikan makna ‘sempurna’ tersendiri.

            Tere Liye telah menghasilkan belasan novel, Ia bisa di anggap salah satu penulis yang telah banyak menelurkan karya-karya best seller. Saat ini ia telah menghasilkan banyak karya, bahkan beberapa di antaranya telah di angkat ke layar lebar. Kata-kata dalam novel yang ia buat berhasil membuat pembaca lebih menyadari arti kehidupan. Meskipun banyak nilai moral yang dapat diambil dari tulisannya, namun tidak sedikitpun ada kesan digurui oleh Tere Liye ini.

Tidak seperti novel kebanyakan yang menjual cerita indah dengan tokoh rupawan bergelimang harta, Tere Liye justru menghadirkan cerita sempurna itu dengan cara lain. Laisa tokoh utama dengan tubuh hitam gempal yang berbeda dengan adik-adiknya tinggal di sebuah gubuk yang hampir rubuh di sebuah lembah indah yang sempurna dikepung hutan belantara persis di tengah-tengah bukita barisan yang membentang membelah pulau. Ya, itulah lembah Lahambay.

Lembah Lahambay digambarkan begitu alami nan indah oleh Tere Liye. Setiap detail dari latar dan pergerakan tokoh digambarkan dengan apik. Kehidupan keluarga Laisa dan masyarakat yang tinggal disana begitu nyata dan tidak ada kesan memaksa. Meskipun hidup keluarga Laisa cukup sulit namun rasanya tidak pernah kurang.

Laisa tinggal bersama sang Mamak dan 4 orang adiknya, Babaknya sudah meninggal sejak Laisa masih kecil. Kehidupan dewasa keempat adiknya sangat manis berkat kerja keras Laisa. Dalimunte menjadi peneliti tersohot, Ikanuri dan Wibisana menjadi ahli otomotif, sementara Yashinta menjadi ahli konservasi alam. Laisa bahkan tidak menikah hingga meninggal karena kanker paru-paru. Seumur hidupnya hanya digunakan untuk mengayomi adik-adiknya dan berbakti pada mamaknya. Kehidupan Laisa yang bisa dibilang ‘miris’ menjadi sempurna atas kerja kerasnya dan kesuksesan keempat adiknya.

Novel ini memiliki alur yang unik dengan sudut pandang yang berubah-ubah tiap bab nya, membuat para pembaca dapat memahami pandangan dari berbagai sudut pandang. Namun sayangnya bagi yang tidak terbiasa membaca novel dengan alur maju-mundur dan sudut pandang yang berubah-ubah sepertinya novel ini dakan melelahkan. Akhir cerita dari novel ini menimbulkan perbedaan pendapat, ada yang menganggap akhir yang bahagia, ada juga yang menganggap akhir cerita novel ini menyedihkan. Meskipun sedari awal membaca sepertinya sudah diketahui akhir ceritanya, tetapi para pembaca tidak dibuat tergesa-gesa untuk segera mengakhiri cerita ini.

Cerita, tokoh, dan latar yang disuguhkan dalam novel ini sangat memukau dan membekas di hati para pembacanya. Cerita ini berhasil karena Tere Liye menggambarkan kesusksesan yang digambarkan dengan kerja keras, pengorbanan yang ikhlas, dan rasa syukur kepada sang pencipta. Namun, pada penggambaran latar cukup sulit dibayangkan seperti pada kutipan halaman 40, “Sungai besar yang ada di bawah kampung terpisah oleh dinding cadas setinggi lima meter, yang membuat kampung itu seperti sempurna terpisah dari rimba”. Tokoh yang digunakan tidak terlalu banyak sehingga tidak memusingkan pembaca. 

Novel Bidadari Bidadari Surga ini memiliki pencapaian yang sangat hebat. Cerita dari novel ini sudah diangkat ke layar lebar pada 2012 dan sudah ditayangkan sebagai sinteron di stasiun televisi SCTV pada 2013. Makna dan filosofi kehidupan yang terkandung dalam novel ini memang pantas mendapat hal tersebut karena dapat menyebarkan pelajarannya kepada para penontonnya. Novel ini cocok dibaca bagi yang merasa jenuh dengan kehidupan dan ingin kembali ke jalan kehidupan yang benar.




Komentar

  1. Teksnya sudah bagus dan strukturnya sudah sesuai.

    BalasHapus
  2. Teks kritik yang ditulis sangat menarik dan pembahasannya pun sangat lengkap dan jelas. Esai yang dibahas juga sudah sesuai dengan kaidah kebahasaan dan struktur dari teks esai

    BalasHapus
  3. Teks essai yang dibuat membahas topik yang sangat menarik dan mengedukasi bagi pembaca, selain itu gaya bahasa yang digunakan juga mudah untuk dimengerti dan disajikan dengan jelas sehingga pembaca tidak bosan.

    BalasHapus
  4. Teks kritik yang dibuat sudah bagus dan sesuai baik itu kaidah kebahasaannya ataupun strukturnya. Teks esai yang dibuat juga sesuai dan cukup menarik.

    BalasHapus
  5. teksnya sudah bagus sesuai kaidah kebahasaan sehingga mudah untuk di pahami

    BalasHapus
  6. Teks kritik dan esai yang sudah dibuat sudah sesuai dengan struktur dan kaidah kebahasaannya.

    BalasHapus
  7. Teks kritik yang disajikan membahas makna puisi dengan sangat lengkap dan unsur unsur pembentukan puisinya pun dibahas dengan jelas. Dan teks esai nya juga sangat bagus.

    BalasHapus
  8. Teks Esai yang dibuat sangatlah menarik karena mengangkat topik yang sedang hangat dibicarakan. Teks kritik yang dibuat juga sudah menggunakan unsur dan kaidah kebahasaaan yang sesuai dengan aturan, serta menggunakan gaya bahasa yang mudah dipahami.

    BalasHapus
  9. Teks kritik dan teks esai nya sudah bagus dan sesuai dengan struktur dan kaidah kebahasaan yang ada.

    BalasHapus
  10. Teks essai yang dibuat sangat bagus dan menarik karena membahas topik yang mengedukasi kalangan masyarakat, sedangkan teks kritik yang dibuat sangat sesuai dengan unsur-unsur kaidah kebahasaan.

    BalasHapus
  11. Teks kritik yang dibuat sudah sesuai dengan struktur dan kaidah kebahasaan. Sedangkan, teks kritik yang dibuat sangat bagus karena membahas topik yang menarik.

    BalasHapus
  12. Teks kritik yang dibuat sudah sesuai dengan unsur, serta menggunakan gaya bahasa yang mudah dipahami selain itu memberikan informasi yang jelas bagi pembacanya. Teks esai yang dibuat juga sangat menarik untuk dibaca dan menggunakan gaya bahasa yang mudah dipahami.

    BalasHapus
  13. Teks kritik dan teks esai yang dibuat sudah baik dan mudah dipahami, struktur dan kaidah kebahasaannya sudah sesuai

    BalasHapus

Posting Komentar