TUGAS BAHASA INDONESIA : TEKS EDITORIAL
Tugas Bahasa Indonesia : Membuat Teks Editorial
Nama : Nida Anggraeni
Kelas : XII IPA 9 (25)
Minggu, 17 Oktober 2021 menjadi
hari bersejarah bagi Indonesia setelah menjuarai Thomas Cup 2020 dengan mengalahkan
juara bertahan China 3-0 pada laga final di Ceres Arena, Aarhus, Denmark. Penantian
panjang selama 19 tahun untuk kembali membawa pulang Piala Thomas ke
Tanah Air telah berakhir. Indonesia terakhir memenangkan turnamen bergengsi
bulu tangkis beregu putra itu pada tahun 2002 lalu. Dibalk momen haru dan
bangga tersebut, kabar menydihkan datang, Bendera Merah putih tidak dapat berkibar.
Hal ini sangat disayangkan mengingat bulu tangkis menjadi olahraga kebanggan
Indonesia. Banyak masyarakat yang menyayangkan hal tersebut.
Adanya sanksi dari Badan
Antidoping Dunia (WADA) mengakibatkan Bendera Merah Putih harus diganti dengan
bendera PBSI. Indonesia dinyatakan tidak mematuhi prosedur tes doping dan
mendapat sanksi karena tidak bisa memberikan laporan tes doping selama periode
2020/2021. Sanksi yang diterima oleh Indonesia salah satunya soal larangan
pengibaran bendera Merah Putih di berbagai kompetisi. Keputusan WADA membawa
dampak bagi atlet dan dunia olahraga Indonesia.Banyak atlet terancam tidak
dapat membawa nama Indonesia di ajang olahraga Internasional. Meskipun,
atlet-atlet masih diizinkan turun di kejuaraan regional, kontinental, dan
dunia. Namun, mereka tidak mewakili negara dan tak bisa pula mengibarkan
bendera nasional. Bayangkan para atlet yang sudah susah payah berjuang untuk
mengharumkan nama Indonesia namun pada akhirnya bukan Bendera merah putih yang
berkibar.
Begitupun Indonesia yang Tidak
diberikan hak untuk menjadi tuan rumah kejuaraan regional, dunia, atau
kontinental. Padahal, sederet acara dunia sudah masuk agenda, termasuk tiga
turnamen bulu tangkis di Bali akhir tahun ini, serta Moto-GP dan Kejuaraan Bola
Basket Asia tahun depan. Hal sepenting dan sekrusial ini bagaimana bisa sampai
diabaikan oleh pihak terkait. Jika hanya masalah sedang pandemi, di negara lain
pun sedang dilanda pandemi. Selain membuat malu negara Indonesia peristiwa ini
akan membuat sedih para atlet.
Untuk membayangkan dalam jangka
tertentu, tidak akan ada kibaran bendera Merah Putih sebagai penghormatan
tertinggi ketika atlet kita menyabet medali, rasanya miris sekali. Apalagi,
tidak akan ada nama Indonesia dalam deretan peserta atau daftar negara peraih
medali. Para pejuang olahraga akan tampil atas nama Komite Olimpiade Indonesia
atau federasi olahraga nasional sesuai cabang olahraganya dalam kompetisi
olahraga tertentu.
Padahal, belakangan gairah
olahraga kita sedang tinggi-tingginya. dapat dikatakan, posisi sulit ini tak
lepas dari kelalaian, bahkan pengabaian. WADA sebenarnya memberikan kesempatan
banding bagi negara-negara yang dinilai melanggar ketentuan. Banding bisa
diajukan dalam waktu 21 hari sejak surat pemberitahuan pada 15 September,
tetapi hingga 7 Oktober Indonesia dinilai tak punya iktikad baik. Jika tes
anti-dopping tidak dilakukan karena sedang pademi, di negara lain pun sama hal
nya sedang mengalami pandemi. Apakah ini hanya alasan untuk menutupi kelalaian?
Inilah saatnya pemerintah
mencurahkan segala daya upaya untuk memastikan potensi sanksi dari WADA hanya
sebatas ancaman. Komunikasi dengan WADA yang sudah dilakukan harus kian
diintensifkan. Peristiwa kelalaian ini tidak boleh sampai terulang. Semoga
pemerintah dapat lebih memperhatikan mengenai tes dopping ini agar dunia
olahraga Indonesia dapat hidup dan bersinar kembali, para atlet pun dapat
mengharumkan nama Indonesia di hadapan dunia.
teks editorial sudah bagus sesuai struktur nya dan mudah di mengerti
BalasHapusTeks editorial yang dibuat sudah bagus. Penyusunannya juga sudah seauai dengan struktur dan kaidah kebahasaan yang berlaku👍☺️.
BalasHapusTeks editorialnya sudah cukup bagus, kaidah kebahasaan dan strukturnya sudah sesuai.
BalasHapusTeks editorialnya sudah ditulis dengan baik. Kaidah kebahasaan dan struktur sudan benar dan lengkap
BalasHapusteksnya sudah bagus dari pemilihan kata, struktur dan kaidah kebahasaannya sudah tepat
BalasHapusteks editorial yang dibuat sudah bagus, struktur dan kaidah kebahasaan sudah benar
BalasHapusTeks editorialnya sudah bagus dan menarik untuk dibaca, strukturnya sudah sesuai, kaidah kebahasaanya juga sudah cukup lengkap.
BalasHapusStruktur dan kaidah kebahasaan sudah baik. Unsur pengenalan isu, argumentasi, penegasan sudah termuat dalam teks 👍.
BalasHapusTeks editorialnya dibuat dengan sangat baik. Struktur dan kaidah kebahasaan juga sudah benar dan sesuai.
BalasHapusTeks Editorial sudah baik dan benar sesuai kaidahnya
BalasHapusteks editorial yang dibuat sudah benar sesuai dengan struktur dan kaidah kebahasaan.
BalasHapus