TUGAS BAHASA INDONESIA : MERANCANG NOVEL

 

Nama        : Nida Anggraeni

Kelas         : XII MIPA 9

No absen    : 25


Merancang Novel

1. Menentukan Tema 

Tema adalah persoalan yang diangkat dalam novel. Tema mewakili isi novel secara umum. Dalam novel ini tema persahabatan anak SMA merupakan persoalan yang diangkat dalam novel


2. Menentukan Judul

Topik yang dibahas dalam novel ini adalah mengenai persahabatan antara dua orang yang mana salah satunya pintar dan rajin dan satunya lagi sering mencontek. Sehingga judul novel ini adalah Ratu Nyontek


3. Menentukan tokoh & perwatakan

Tokoh Protagonis

Nura 

Nura digambarkan sebagai sosok siswa yang rajin, pintar, dan pemalu. Ia senang sekali jika bisa membantu temannya.

Farhan

Farhan digambarkan sebagai sosok yang jarang mengerjakan tugas. Farhan cukup populer di sekolah karena memiliki paras tampan

Shafa 

Shafa adalah sosok yang pintar dan ambisius juga yang merupakan teman baik Nura sejak SMP dan sering membantu Nura dalam mengatasi maslah yang dimiliki Nura


Tokoh Antagonis

Raisha

Raisha merupakan teman sebangku Nura yang suka mencontek dan marah jika tidak diberi contekan

Tyra

Tyra merupakan sahabat Farhan dan tidak suka jika ada teman perempuan lain yg berteman baik dengan Farhan


Tokoh Tritagonis

Randi

Teman Farhan yang selalu bersama


4. Menentukan Alur

Novel ini bergerak maju. Sehingga alur atau jalan cerita dalam novel ini maju


5. Menentukan Latar/setting

Latar tempat

SMA Nusantara

Kelas XI IPA 1

Kamar Nura

Kantin sekolah

Latar waktu

Pagi hari

Siang hari

Malam hari

Latar Suasana

Canggung

Penuh kekesalan

Penuh amarah

Sedih

Kecewa 


6. Menentukan Amanat

Amanat ialah pesan moral yang didapat setelah selesai membaca novel. Amanat memuat nilai-nilai tertentu bagi pembaca hingga kehidupan pembaca menjadi lebih bermakna. Dalam novel ini terkandung amanat sebagai berikut

Jangan suka mencontek karena merugikan diri sendiri dan orang lain

Jangan suka memanfaatkan orang lain

Jangan terjebak dalam lingkungan pertemanan yang tidak enjadikan diri kita lebih baik

Harus mengerti perasaan teman, jangan egois

Selalu ada hikmah dibalik pengorbanan


7. Membuat Ringkasan Gambaran Novel

Novel ini menceritakan kisah Nura yang sebagai siswa baru di SMA Nusantara. Nura merupakan sosok yang ambisius merasa sulit untuk mendapatkan teman. Sehingga ia melakukan apa saja asal ada yang ma berteman dengannya, termasuk memberi contekan tugas dan ulangan kepada Raisha dan Farhan dengan harapan mereka dapat berteman baik dengan Nura. Tidak disangka kebaikan Nura kepada Farhan menimbulkan rasa iri dari raisha kepada Farhan karena merasa tidak diperlakukan adil oleh Nura. Raisha melaporkan hal tersebut kepada Tyra dan timbul konflik antara Nura dan Tyra. Nura yang bingung harus berbuat apa akhirnya ia bercerita kepada sahabatnya yaitu Shafa. Nura mengikuti saran Shafa yaitu menjauhi Farhan. Farhan bingung mengapa Nura menjauh. Setelah mengetahui penyebab Nura mennjauh karena Raisha dan Tyra, Farhan sangat marah. Namun, Nura tetap tidak mau lagi berteman dengan Farhan dan memutuskan berbaikan dengan Raisha dan Tyra.



Ratu Nyontek

Bel berbunyi tepat pukul 6.45 di SMA Nusantara Yogyakarta, para siswa yang masih berada di luar gerbang segera berlarian masuk ke dalam sekolah sebelum gerbang ditutup, ya tentu saja mereka takut akan hukuman yang didapat jika telat. Asmaul Husna segera diperdengarkan melalui speaker kelas masing-masing. Setiap kelas dengan tertib mendengarkan dan mengikutinya. 

Bu Mirna kali ini memasuki kelas tidak sendirian, ia bersama dengan Nura, siswa baru pindahan dari Kota Bandung. Nura dipersilahkan untuk memperkenalkan dirinya kepada teman barunya di kelas XI IPA 1. Agak malu bagi Nura, ini adalah sekolah barunya tentunya ia belum mengenal siapa-siapa tapi betapa senangnya di hari sebelum masuk sekolah baru ia mengetahui nahwa di sekolah barunya itu ada temannya saat di smp, dia bernama Shafa.

“Assalamualaikum warrahmatullahi wabarrakatuh, halo teman teman perkenalkan nama saya Nura saya pindahan dari SMAN 3 Bandung, mohon bantuannya.” Di pojok kelas ada seorang siswa bernama Farhan yang sedari tadi masih berkutat dengan tugas-tugasnya yang belum ia selesaikan, tapi ketika Nura berbicara pandangan Farhan langsung terpusat pada siswi baru yang berdiri di depan kelas tersebut.

“Hai, aku Farhan” sapa Farhan ketika Nura sedang menikmati bekal makan siangnya. Nura tersipu malu, apalagi Raisha teman sebangku Nura malah menggodanya. Nura bingung mengapa dirinya yang tidak cantik dan bahkan biasa saja tiba-tiba disapa Farhan yang katanya disukai banya perempuan di sekolah tersebut. Nura segera menyingkirkan pertanyaan itu dari pikirannya dan berusaha fokus pada bekal makan siangnya.

Setelah shalat isya, Nura langsung mengerjakan tugas-tugas yang diberikan guru termasuk tugas 2 minggu sebelum ia pindah ke sekolah barunya, kata gurunya agar nilai-nilai Nura dapat terpenuhi semua. Nura tentu saja tidak mau jika rata-rata nilainya kecil karena tertinggal beberapa tugas. Nura fokus mengerjakan tugasnya hingga ia sedikit tersentak ketika handphonenya berbunyi dan ketika dilihatnya ada sebuah pesan Whatsapp masuk. “Hah? Farhan? Mau apa dia?” ternyata Farhan minta bantuan mengerjakan tugas matematika, mungkin karena tadi Nura sangat handal menjawab soal Matematika dari gurunya saat di sekolah. Tidak butuh waktu lama, Nura lagsung mengirimkan foto tugasnya kepada Farhan dan farhan pun mengucapkan terimakasih.

“kok duduknya jadi disini?” tanya Nura pada Raisha. “Iya, tempat kita udah ditepatin sama yang lain. Eh, aku mau liat tugas Fisika dong aku belum, ngga ngerti soalnya” ucap Raisha. Nura langsung mengambil bukunya dan membiarkan Raisha menyalin tugasnya, Nura senang melakukannya karena ia pikir hal tersebut adalah sebuah kebaikan karena berbagi ilmu. Raisha belum selesai menyalin tugasnya tiba-tiba bel berbunyi dan Farhan baru memasuki kelas lalu duduk di tempat duduknya yaitu di belakang Nura. “Eh boleh liat tugas fisika ngga?” ucap Farhan bahkan sebelum tubuhnya mendarat pada kursi tempat duduknya. Tanpa pikir panjang Nura langsung menyodorkan bukunya yang masih disalin oleh Raisha, tentunya hal tersebut membuat Raisha kesal tapi Raisha memaafkannya.

Sepulang sekolah, Nura langsung mengerjakan tugas-tugasnya meskipun waktu pengumpulan masih lama, ia baru dapat bersantai ketika tugas selesai. Selesai mengerjakan tugas ia mandi dan membereskan meja belajarnya lalu mengecek handphonenya dan ada pesan dari Farhan, bener saja Farhan meminta untuk melihat tugasnya. Tentu saja Nura langsung memfotokan tugasnya itu. Hari ini cukup melelahkan baginya karena ada tes olahraga di sekolah, setelah mendengar adzan shalat isya ia langsung tertidur dan baru bangun keesokannya saat ia hendak sekolah.

“Kok chat aku ngga dibales sih, giliran Farhan dibales” 

“Ya maaf, kemarin aku ngantuk banget jadi ketiduran ga sempat buka hp”

“yaudah liat tugas kamu boleh ga?”

“iya boleh nih”

Nura kesal, tidak seharusnya Raisha marah seperti itu pada dirinya, padahal jika ia mau segera menyelesakan tugasnya, ia bisa saja mengerjakannya sendiri tanpa harus menunggu Nura mempersilahkan Raisha menyalin tugasnya. Tapi, bagaimana lagi jika Nura tidak melakukan itu dirinya tidak akan punya teman.

Sebelum pulang, Nura bercerita pada Shafa mengenai Raisha yang sering menyalin tugasnya. Bukan hanya itu, bahkan Raisha memaksa juga mencontek jika ada ulangan atau soal soal yang harus dikerjakan. Nura ingin membantu tapi bukan seperti itu caranya, ia ingin Raisha mengerti dan mengerjakannya sendiri karena tidak boleh bergantung pada orang lain.

Aktivitas pulang sekolah Nura seperti biasanya, malah bisa dikatakan Nura semakin dekat dengan Farhan karena farhan sering melihat tugas Nura. Nura sangat senang karena bisa mempunyai teman lawan jenis yang bahkan disukai banyak perempuan lain, Farhan juga memperlakukan Nura tidak seperti teman yang lainnya, meskipun Nura tidak cantik dan tidak sekaya Farhan, tapi Farhan tidak memedulikan hal itu. Tapi malah hubungannya dengan Raisha yang berubah, Raisha menjauh dan tidak pernah lagi meminta pada Nura untuk melihat tugas.

Di kelas, Nura merasa janggal karena teman yang lain akrab bersama teman sebangkunya dan Nura sendiri tidak akrab dengan Raisha. Nura melipat tangannya dan menenggelamkan wajahnya, air matanya menetes karena ia tidak tahu mengapa Raisha menjauhinya. Apakah ia tidak suka Nura berkomunikasi dengan Farhan? Apakah Raisha marah karena Nura sering lama membalas pesan darinya? Atau Raisha? Ah, pertanyaan itu menambah beban pikiran saja, ia malah tambah pusing dengan pertanyaan pertanyaan itu.

Tiba-tiba Nura tersentak karena ada yang memukul sisi mejanya, Nura segera mengelap air matanya dan melihat ada Raisha dan entah siapa Nura tidak mengenalinya. Perempuan itu cantik sekali dan kulitnya putih tentunya tidak seperti Nura.

“Aku Tyra, sahabatnya Farhan”

“Jelasin depan aku dan Tyra kenapa kamu kalo nyebarin tugas ke orang-orang tertentu aja bahkan kamu ngasih ke cowo aja termasuk Farhan”

“ya, aku ga maksud gitu, kamu udah gapernah ngechat aku lagi aku kira kamu bisa ngerjain sendiri”

“Aku ga butuh temen kaya kamu, kamutuh sadar kamutuh cewek. Sehebat-hebatnya kamu, kamu tetep butuh temen cewek. Kamu kira kamu bakalan cerita ke siapa kalo bukan ke cewe”

“Dasar murid baru gatau diri, kamutuh murid baru hey. Mana langsung deket-deket sama Farhan. Tau gak siapa Farhan”

Rasanya Nura seperti ingin enyah dari ruangan itu. Bagaimana tidak, ia yang belum dikenal oleh teman-teman lainnya tiba-tiba diperlakukan hal seperti itu oleh Raisha dan Tyra yang membuatnya sangat malu. Pasti teman yang lain sudah mempunyai pikiran buruk terhada Nura entah sebagai cewek centil atau cewek pelit.

Nura langsung menemui Shafa di kelasnya. Shafa mengira Nura akan bercerita mengenai hal-hal yang menyenangkan bersama Farhan karena selama ini Nura bercerita mengenai Farhan. Nura pernah dibilang tidak bisa diandalkan oleh teman sekelasnya hingga membuatnya menangis tapi Farhan yang menenangkannya. Farhan dengan keusilannya selalu menjahili Nura, itulah yang membuat Nura betah di kelas. Hal-hal sederhana yang dilakukan Farhan namun membuat Nura merasa spesial. Nura menyukai Farhan dalam artian sebagai teman yang baik.

“Padahal aku kira Farhan yang suka sama kamu”

“Ngga, malah mereka ngira aku yang suka sama farhan”

“Hm.. Mungkin kamu harus mengurangi interaksi sama mereka dulu deh, termasuk Farhan. Kamu ngga usah peduliin dulu mereka. Jalani hidup kamu sebagimana biasanya anggap aja kamu belum punya teman disini. Jangan terlalu dipikirin karena makin banyak kamu mikirin maka nanti kamu makin pusing sama urusannya”    

“Baiklah makasih shaf”

Hari-hari berikutnya Nura mulai mengikuti saran Shafa. Pesan-pesan yang dkirim oleh Farhan tidak pernah ia pedulikan lagi. Nura lebih fokus pada pelajarannya, karena ia sangat ingin masuk ke Universitas yang ia impikan. Farhan merasa aneh terhadap perubahan sikap Nura dan Farhan mencoba mengobrol dengan Nura.

“Kamu kenapa sih? Aku chat gapernah dibales. Aku gaakan ngeliat tugas kamu lagi kok”

“Ga kenapa-kenapa udah sana pergi”

Nura langsung meninggalkan Farhan yang mematung karena masih kebingungan. Farhan hanya bisa melihat punggung Nura yang menjauh. Nura menghampiri Raisha dan Tyra yang sedang menikmati santap siangnya di kantin. Nura merasa bersalah atas semua kejadian ini

“Mau apa ke sini?”

“Aku mau minta maaf kok, maaf ya aku salah. Aku seolah-olah ngga butuh kamu sha. Ucapan kamu bener, aku bakalan tetep butuh kamu. Aku bakal jauhin Farhan kok, aku ngga akan ngeganggu persahabatan Kamu tyr sama Farhan”

“nah gitu dong, itu baru temen aku.”

Tanpa mereka sadari ada Randi yang merekam percakapan mereka. Randi segera memberitahukan kepada sahabatnya yaitu Farhan.

Farhan naik pitam karena dirinya dan Nura belakangan ini seperti bermusuhan karena ulah Tyra yang mana adalah sahabatnya sendiri, juga Raisha yang tidak tahu apa urusannya jika Farhan berteman dengan Nura. Farhan merasa dikecewakan, dan Farhan langsung menghampiri Tyra dan Raisha. Farhan tidak peduli di tempat itu ada Nura.

“Oh gara gara kalian ya Aku sama Nura jadi musuhan gini”

“Maksudnya apa gara-gara aku?”

“Eh Raisha kamutuh sadar Cuma bisa nyontek, pantesan Nura gapernah mau ngasih contekan lagi. Makanya kalo nyontek dipelajari juga jangan asal nyalin aja”

“Oh gini Nura ternyata. Kamu Cuma mau baik sama cowo aja. Mikir dong Nura Mikir”

“Kamu ngga usah ngomong yang engga-engga. Kapan aku bilang kaya gitu ke kamu. Aku tuh kaya gini karena ngerasa gaenak. Aku siapa tiba-tiba masuk ke persahabatan kamu sama Tyra, belum lagi Raisha yang baik sebagai temen sebangku pertama aku.”

“Udahlah kita pergi aja.”

Farhan meratapi kepergian mereka bertiga, ia berniat untuk minta maaf kepada Nura sebelumya, namun karena dirinya terlalu gengsi jadilah kejadian seperti ini. 

Malamnya, Nura menangis karena menyesal memperlakukan Farhan yang sangat baik pada dirinya dengan perlakuan seperti itu. Nura ditemani dengan Shafa sambil mengingat kenangan-kenangan bersama Farhan. Mata Nura terus mengeluarkan air mata yang tak kunjung berhenti, makin lama makin deras dan Nura nangis hingga berteriak teriak.

“Aku tau Nur, kamu kangen banget. Tapi kamu gamau ngulang kesalahan yang sama. Sekarang yang bisa kamu lakuin nginget kenangan itu, jadikan itu sejarah bahwa kamu pernah punya teman segitu baiknya. Gapapa kmu sekarang sedih, sedih itu wajar tapi jangan berlebihan. Kamu juga harus cinta sama diri sendiri”

Perkataan Shafa ada benarnya, Nura memutuskan menata ulang dirinya dan ia akan jujur juga meminta maaf pada Farhan melalui sebuah surat yang akan ia kirimkan saat bulan bahasa.

Jadi, aku memaksakan pergi dan membenci, karena aku kecewa dengan diriku sendiri yang jelas-jelas menyimpan harapan yang fana. Bohong jika detak jantungku berdetak normal saat berada di dekatmu. Aku benci perasaan ini, perasaan yang membuatku nyaman dengan senyumanmu. Padahal aku temanmu, apa yang bisa diharapkan dari seorang teman? Maaf aku menyayangimu bukan sebagai teman. Maaf mengganggu, aku tahu ini melibatkan perasaan, sulit untuk ku hentikan namun akan ku hentikan sebisa mungin. Berbahagialah selalu Farhan

Nura kembali berteman dengan baik dengan Raisha dan bahkan ia bertean juga dengan Raisha. Farhan? Ya, Nura tidak bermusuhan dengan Farhan namun tidak seakrab dulu juga. 

Kadang kita sebagai manusia bingung untuk mengambil mana langkah yang tepat, mana yang harus diprioritaskan dan mana yang harus diambil sebagai pemberi kesenangan pada diri. Semua itu kembali kepada diri masing-masing bagaimana dalam memilah hal-hal tersebut, jangan sampai salah memilah atau salah mengambil langkah.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

TUGAS BAHASA INDONESIA : TEKS CERITA SEJARAH

TUGAS BAHASA INDONESIA : TEKS EDITORIAL